GILING PERDANA PG. GMM BULOG BLORA TAHUN 2017 DIMULAI

Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (1/5), Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog yang berada di Desa Tinapan Kecamatan Todanan mulai melaksanakan giling tebu perdana tahun 2017.

Bertempat di kawasan pabrik yang ada di Desa Tinapan Kecamatan Todanan, upacara giling perdana diwarnai dengan parade budaya dan kirab giling tebu oleh para petani dan karyawan pabrik.

Hadir dalam acara tersebut Dirut Bulog RI Djarot Kusumayakti, Dirut PG.GMM-Bulog Rahmad Pambudi, Direktur Operasional Saldi Aldryn, Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jateng Sukadi Wibisono, Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, Wakapolres Kompol Indriyanto Dian Purnomo, jajaran Komisaris, Forkopimda dan Forkopimcam.

Dirut PG.GMM-Bulog Rahmad Pambudi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk mengelola pabrik yang dahulu hampir bangkrut dan diakuisisi Bulog.

“Sudah enam bulan saya disini dan alhamdulillah sekarang kita mulai giling lagi. Semoga bisa menyerap tebu-tebu terbaik dari para petani karena kita tidak mendapatkan raw sugar,” ucapnya.

Ia berharap dukungan semua pihak agar proses giling tebu ini bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar. Menurutnya musim giling 2017 ini akan berlangsung selama 155 hari atau 5 bulan dengan target 600.000 ton tebu terserap.

Ketua DPD APTRI Jateng, Sukadi Wibisono mengapresiasi upaya pabrik GMM-Bulog yang dengan berani melakukan gebrakan kepada petani untuk tebang bersih angkut. Dimana saat menyetorkan tebu sudah dalam keadaan bersih sehingga bisa langsung giling.

“Saya berharap dan yakin Pabrik GMM-Bulog ini bisa memproduksi gula terbaik dan menjadi barometer pabrik gula di Indonesia. Saya sebagai wakil teman-teman petani tebu ingin semua tebu bisa terserap dengan harga yang bagus, tentunya tebunya juga harus yang bagus. Kalau bisa rendemennya sepuluh,” ujar Sukadi disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si berharap keberadaaan pabrik gula di Todanan itu bisa kembali bangkit dan turut menyukseskan program swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Agar diperoleh tebu yang memiliki kualitas baik, maka menurut Arief Rohman harus disediakan bibit yang baik pula. Pihaknya mengapresiasi upaya PG GMM-Bulog yang akan menyediakan pusat pembibitan tebu untuk petani seluas 400 hektar.

“Saya dapat informasi, PG GMM-Bulog akan menyediakan pusat pembibitan tebu terbaik untuk petani. Ini sangat bagus dan harus didukung. Dengan bibit yang baik nantinya kualitas butir gula yang dihasilkan pasti akan baik juga,” kata Arief Rohman.

Di hadapan Dirut Bulog dan jajarannya, Wabup yang juga mantan anggota DPRD Jateng ini meminta agar kredit modal untuk petani tebu bisa dikucurkan kembali. Selain itu mengenai pupuk juga harus diatur lebih baik lagi agar petani tidak kesulitan dalam memperoleh pupuk.

Terpisah, Direktur Operasional Saldi Aldryn mengatakan bahwa selama 155 hari tersebut, setiap harinya ditarget menggiling tebu sebanyak 4000 ton sehingga total mencapai 600.000 ton selama 5 bulan.

“600.000 ton tebu itu nanti akan diolah menjadi gula dengan kualitas MBS (Manis Bersih Segar) sebanyak 45.000 ton. Mohon doanya semoga bisa berjalan lancar,” terangnya.

Acara diakhiri dengan pemencetan tombol sirine secara bersama-sama sebagai tanda dimulainya giling tebu perdana. Tampak dua buah truk besar siap memasukkan tebu yang diangkutnya ke dalam mesin penggilingan. Sementara itu puluhan truk tebu lainnya menunggu giliran di kawasan parkir pabrik. (Dinkominfo Kab Blora | Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *